Breaking

Minggu, Juni 25, 2017

6 Pemain Top Lokal Yang Kariernya Meredup Di Go-Jek Traveloka Liga 1

6 Pemain top lokal yang meredup di Liga 1
6 Pemain top lokal yang meredup di Liga 1 Go-Jek Traveloka. (Foto: Sepakbola.com)
Berita Sepakbola, Liga Indonesia - Liga 1 Go-jek Traveloka dimusim ini banyak regulasi baru yang bermunculan. Salah satunya setiap klub wajib memainkan tiga pemain U-23 selama 45 menit. Tentunya ini kebijakan sangat bagus untuk pemain muda. Namun di sisi lain membuat pemain senior tidak mendapatkan tempat.

Dilansir Sepakbola.com Banyak pemain senior yang sudah lama melintang di Liga 1 posisi harus tergusur karena regulasi ini. Bahkan hingga pekan kesebelas Liga 1 berjalan mereka selalu menghiasi bangku cadangan.

Tentunya ini sebagai penurunan karier mereka mengingat dalam beberapa tahun terakhir mereka selalu jadi andalan. Tim sepakbola coba merangkum pemain top lokal yang menurun di Liga 1, siapa saja mereka. Berikut lima pemain tersebut :

1. Ahmad Bustomi



Nama Ahmad Bustomi baru sekali dimainkan Aji Santoso di Liga 1 ini itu pun di laga terakhir melawan Bali United. Salah satu alasannya pemain disapa Cimot ini tak banyak tampil adalah masalah kebugaran. Sejak ISC lalu Bustomi kerap mengalami cedera lantaran hal ini ia dipinjamkan ke Madura United.

Sempat ada harapan ketika datang Aji Santoso namun sekali lagi pemain timnas ini kalah bersaing dengan pemain tengah Singo Edan. Situasi sulit tentunya bila dirinya terus di Arema.

2. Zulham Zamrun

A post shared by Ψ¬Ω„Ψ­Ω… Ω…Ω„Ωƒ Ψ¬Ω…Ψ±Ω† πŸ•‹ (@zulhamzamrun_07) on


Zulham termasuk pemain yang kariernya meredup di Liga 1 ini. Sejak bergabung bersama Mitra Kukar, ia hanya tampil sebanyak lima kali saja dan itupun dari bangku cadangan. Alhasil ia belum mencetak 1 gol pun padahal sebelum ini ia jadi andalan Persib dan namanya jadi bagian timnas di Piala AFF 2016 silam.

Menariknya Zulham memutuskan mundur dari Mitra Kukar baru-baru ini padahal bursa transfer Liga 1 jilid kedua sehingga Zulham harus menganggur hingga bursa transfer di buka.

3. Syamsul Chaeruddin

A post shared by syamsul bachri chaeruddin (@syamsulbachri08) on


Nama Syamsul identik dengan PSM. Dalam beberapa tahun terakhir dirinya selalu jadi andalan skuat Juku Eja. Namun karena regulasi, nama Syamsul harus tersingkir karena pelatih Robert Rene lebih memilih M Arfan maupun Asnawi Mangkualam daripada Syamsul. Syamsul baru sekali bermain di Liga 1 sampai saat ini.

4. Amarzukih

A post shared by bismillah... (@amarzukih_21) on


Sempat menjadi pemain penting di Persija beberapa musim lalu. Namun situasinya berubah sejak musim lalu. Amarzukih mulai tergeser menjadi pemain cadangan. Di Liga 1 ini, Amarzukih baru satu kali diturunkan itupun di laga melawan Perseru yang baru digelar baru-baru ini. Menurut Teco, Amarzukih tidak dimainkan murni karena alasan teknis.

5. I Made Wirahadi

A post shared by Bali United (@baliunitedfc) on


Made Wirahadi memang namanya tidak setenar keempat pemain di atas namun beberapa kali ia jadi andalan di klub yang pernah dibelanya sebut saja Persiba. Regulasi pemain U-23 ikut andil tersingkirnya Wirahadi dan harus kalah bersaing dengan bintang-bintang muda macam Yabes, Miftahul Hamdi, maupun Samsul Pellu.

6. Jajang Sukmara



Di Liga 1 musim ini ia masih kesulitan mendapatkan satu tempat di posisi inti bahkan dari bangku cadangan sekalipun Jasuk jarang mendapatkannya.

Musim 2017, memang menjadi musim yang berat bagi Jasuk. Ia, harus bekerja ekstra keras untuk bisa kembali dipercaya untuk menembus skuat inti Persib. Apalagi kehadiran Supardi ditambah regulasi pemain U-23 membuatnya hanya jadi pilihan ketiga di posisi bek sayap.