Jelang Final Piala Konfederasi 2017 : Chili Konsisten Andalkan Gaya Agresif

Final Piala Konfederasi 2017
Pemain Cile, Gary Medel dan Arturo Vidal berselebrasi setelah memenangkan adu penalti semifinal Piala Konfederasi, di Arena Kazan, Rusia, 28 Juni 2017. Bravo menggagalkan tiga penalti secara berturut-turut untuk membawa timnya menang. REUTERS/Maxim Shemetov.
PREDIKSI BOLA, FINAL KONFEDERASI 2017 - Shkodran Mustafi, bek tengah tim Jerman dari klub Arsenal, bakal berusaha keras untuk tak mengulangi keteledorannya jika diturunkan pelatih Joachim Loew menghadapi Cile dalam pertandingan babak Final Piala Konfederasi 2017 di Stadion Krestovsky, Saint Petersburg, Rusia, Senin dinihari nanti. Cile begitu agresif. Ini gaya permainan yang ditampilkan tim asal Amerika Latin itu secara konsisten sejak Piala Dunia 2010.

Mustafi pasti masih mengenang usahanya saat mengontrol bola pada awal pertandingan melawan Cile di babak penyisihan Grup B Piala Konfederasi 2017 di Kazan Arena. Saat itu pertandingan baru berjalan sekitar empat menit. Ia kurang akurat dalam mengamankan bola sehingga bisa direbut rekan satu klubnya di Arsenal, Alexis Sanchez.

Penyerang Cile itu kemudian melakukan kerja sama umpan satu-dua sentuhan dengan rekannya di tim nasional, Arturo Vidal, sebelum membobol gawang kiper Jerman, Marc-Andre ter Stegen, pada menit keenam.

Jerman saat itu baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-41 melalui gol yang dicetak penyerang baru mereka dari klub Borussia Monchengladbach, Lars Stindl. Tapi, secara keseluruhan, tim asuhan Loew yang bermain dengan tiga bek tengah, dua bek sayap, serta trio gelandang serang Leon Goretzka, Julian Draxler, dan Stindl, itu kewalahan menghadapi serangan Cile, yang dimotori Vidal, Sanchez, dan Eduardo Vargas.

Sanchez mencetak gol ke-38 buat negaranya saat menghadapi Jerman pada babak penyisihan grup Piala Konfederasi 2017. Pemain Arsenal ini menjadi pemain tim nasional Cile yang paling produktif. Ketajaman mantan gelandang Barcelona itu menjadi representasi dari permainan atraktif tim nasional yang menarik perhatian mendiang Johan Cruyff, salah satu tokoh sistem total football, saat tampil dalam putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Meski Cile gagal menembus final 2010 dan tim negara asal Cruyff, yaitu Belanda, melaju ke partai puncak sebelum dihentikan Spanyol, mantan pemain terbaik Eropa dari Negeri Oranye itu tetap menunjuk Cile sebagai tim yang paling menarik dan mewarisi sistem total football. Gaya bermain untuk terus menyerang itu terus diperagakan Cile dalam Piala Dunia 2014, meski mereka juga kembali gagal meraih prestasi besar.

Agresivitas Cile mulai mencuat ketika mereka ditangani pelatih asal Argentina, Marcelo Bielsa, pada 2007–2011. Setelah sempat hanya setahun ditangani pelatih asal Argentina lainnya, Claudio Borghi, 2011–2012, Jorge Sampaoli menegaskan kembali permainan tim ini yang begitu dinamis ketika menanganinya pada 2012–2016.

Kini Sampaoli pulang ke negaranya, Argentina, untuk menangani tim nasionalnya setelah melatih klub Sevilla di La Liga Spanyol. Adapun Cile kembali ditangani pelatih kelahiran Argentina, Juan Antonio Pizzi, yang kemudian beralih kewarganegaraan dan menjadi penyerang tengah tim nasional Spanyol 1994-1998.

Dua hari lalu, setelah mereka mengalahkan Portugal 3-0 pada semifinal melalui adu penalti dan kecemerlangan kiper Manchester City, Claudio Bravo, Pizzi menekankan kemauan mereka untuk menampilkan permainan bola yang positif. Mereka tidak pernah berusaha sengaja bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik.

“Satu-satunya cara kami bisa bersaing adalah bermain seperti hari ini, selalu di tepi batas antara yang menang dan yang kalah. Kami harus mengambil peluang dan membuat gol. Kami tidak bisa kehilangan intensitas dan konsentrasi jika tidak menang,” kata Pizzi. “Tim ini tidak pernah menyerah dan percaya akan kualitasnya,” kata Bravo, mantan kiper Barcelona, yang menghadang tiga tembakan pemain Portugal dalam adu penalti di semifinal Piala Konfederasi.

ESPN SOCCERNET | DEUTSCHE WELLE | FIFA | TEMPO.CO | PRASETYO

SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post